Tantangan Guru di Era Revolusi Industri 4.0

Era revolusi industri 4.0 menitikberatkan pada pergeseran dunia ke arah digital. Era ini juga akan mendisrupsi berbagai aktivitas manusia, termasuk di dalamnya bidang ilmu pengetahuan dan teknologi serta pendidikan.

Namun, tantangan selanjutnya ada pada kemampuan sumber daya manusia untuk menjadi pemain utama atau menjadi pemain figuran, menjadi produsen atau lagi-lagi menjadi konsumen, menjadi pelaku atau hanya sebagai penonton saja.

Data Survei Sosial Ekonomi Nasional atau Susenas 2017 menunjukkan bahwa satu dari empat penduduk 15 tahun ke atas telah tamat sekolah menengah atau sederajat. Kemudian, sekitar delapan persen yang berhasil menyelesaikan pendidikan hingga jenjang perguruan tinggi.

Hal tersebut dipengaruhi oleh status ekonomi rumah tangga, di mana semakin tinggi status ekonomi rumah tangga maka semakin tinggi APK (Angka Partisipasi Kasar) yang dihasilkan dan pola tersebut semakin terlihat jelas seiring dengan meningkatnya jenjang pendidikan.

Business Development Head PT BFI Finance Indonesia Tbk, Yefta Bramiana menuturkan, masalah kesiapan yang berkaitan dengan tingkat aksesibilitas masyarakat terhadap dunia pendidikan masih rendah.

Hal ini sejalan dengan riset internal BFI Education bahwa dari 90 responden di Jakarta dan Bandung, di mana sebesar 66 persen menjawab bahwa kendala utama adalah masalah dana.

Sumber: viva

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>